SAATNYA KONTEMPLASI

Marilah kita melihat gambar-gambar berikut ini untuk merenung diri,

teachingggIni adalah PENGAJARAN, kepada peserta didik dijejalkan pengetahuan dimana peserta didik dipaksa untuk menelan apa yang telah ditetapkan dan Guru mengikuti juklak dan juklis tentang materi, target.  Murid dianggap sebagai OBYEK PENDIDIKAN yang akan dievaluasi bukan  oleh yang memberi.

EmileGambaran seperti dalam ilustrasi di atas tersebut sudah dikhawatirkan oleh  Jean-Jacques Rousseau  dalam bukunya  Emile 1762, maupun  Johann Heinrich Pestalozzi 1769 yang membongkar kebiasaan di sekolah dengan memaksa anak untuk menghafal. Bahkan para filsuf Yunani dari Pestalozzi1Socrates, Plato, dan Aristoteles ratusan tahun sebelum masehi telah membahasnya. Ilmu kejiawaan dan psikologi perkembangan anak dalam pendidikan juga telah dikembangkan oleh Maria Montessori,  Friedrich Fröbel, dan Rudolf Steiner. Friedrich Fröbel adalah pencetus gagasan Kinder Garten pertama di dunia dan dimulai dari Jerman abad 19. Baik Friedrich Fröbel maupun Maria Montessori adalah pelopor pendidikan yang memberi kebebasan anak untuk bereksepresi

 

childddd

Tidak berbeda dari yang pertama, anak dianggap sebagai SUBYEK Pendidikan. Materi dijejalkan sesuai yang telah digariskan dan kinerja Guru diawasi dengan ketat agar melaksanakan apa yang telah digariskan sesuqai terget. Anak, seperti gadis kecil itu yang melihat dunia  yang indah sesuai dengan keinginannya tidak 45514_10151802590088141_392511108_nboleh. Ironis lagi, para orang tua sekarang yang tidak paham pendidikan tetapi mengehendaki anaknya hebat ikut campur dalam mengatur sekolah. Padahal, mereka sama sekali tidak paham pendidikan dan sedang menjerumuskan anak-anak mereka ke jurang ketidak cerdasan jiwa.  Apakah fenomena-fenomena charterstoroost2yang digambarkan itu juga terjadi di Indonesia ? Silahkan jujur untuk merenung demi masa depan anak cucu kita calon pewaris negeri ini. Tantangan bagi Guru sekarang bukan hanya mendidika anak-anak didiknya tetapi juga membangun kesadaran bagi lingkungannya tentang artyim pendidikan.

 

.

Padahal, ratusan tahun sebelum Masehi, para Filsuf Yunani sudah memberi fatwa,
images (7) images (1) images (3) images (13)
Juga, Bapak Pendidikan indonesia :

Pendidikan dan Pengajaran menurut Ki Hadjar,  furthermore :

Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan Nasional menurut Ki Hadjar

See also :

SISTEM AMONG TAMAN SISWA MENJADI KALISATOR GIFTED & TALENTED STUDENT

 

 

And, the conclusions of them are :
Education1 images (7) images

 

 

Leave a Reply