0cd0e237-aefa-4151-a9ca-6151675d4fcb

PIDATO PRESIDEN SOEKARNO

Saudara-saudara sekalian, saja akan berbitjara singkat.

Nama saja ditjantumkan dalam programa atjara resepsi ini, untuk ikut-ikut mengutjapkan kata sambutan, atas promosi Ki Hadjar Dewantara scbagai Doktor Honoris Causa.

Saja akan bitjara singkat, oleh karena pada malam ini, Ki Hadjar Dewantara telah,ditjondro oleh pelbagai pembitjara pembitjara, pembitjara-pembitjara itu tadi saudara-saudara menjondro Ki Hadjar Dewantara sebagai orang daripada keluarga Taman Siswa.

Saudara Sarino bitjara sebagai orang Taman Siswa, saudara Ketua Panitia bitjara sebagai orang keluarga Taman Siswa, saudara Soendoro bitjara pandjang-lebar sebagai orang Taman Siswa djuga. Saja akan bitjara tidak sadja sebagai orang dari keluarga Taman Siswa, tetapi saja bitjara atas nama ,SEGENAP RAKJAT INDONESIA JANG DELAPANPULUH-DJUTA”. Saja bitjara atas nama ,,NEGARA REPUBLIK INDONESIA”

Didalam kwalitet itulah saja merasa berbahagia, dapat ikut mengagungkan asmanja Ki Hadjar Dewartara. Ki Hadjar Dewantara adalah putera Indonesia jang Besar. Bahkan bagi saja persoonlijk, saja selalu menganggap Ki Hadjar Dewantara sebagai saja punja saudara tua, sebagai saudara Kangmas, bahkan sebagai diutjapkan saudara Semaun, pula sebagai guru saja.

Didalam pemberian gelar .Doktor Honoris Causa, sebenarnja Universitas Gadjah Mada kurang tepat dan kurang adil, djikalau Universitas itu mendahulukan saja daripada
Ki Hadjar Dewantara.

Ki Hadjar Dewantara sebagai tadi saja katakan, adalah seorang putera Indonesia jang besar tiap-tiap bangsa saudara-saudara, tiap-tiap bangsa jang. besar, mempunjai putera-putera jang besar. Tiap-tiap bangsa jang besar mempunjai eksponen-eksponen jang besar kalibernja. Maka bangsa Indonesia bolehlah berbahagia, mempunjai seorang eksponen jang besar sebagai Ki Hadjar Dewantara.

Saja persoonlijk, saudara-saudara, merasa berbahagia, pada waktu saja masih muda dapat ,,NGLESOT” pada kaki Ki Hadjar Dewantara. Saja termasuk pemuda-pemuda jang
berbahagia, dapat maguru kepada orang-orang Indonesia jang besar. Maguru kepada almarhum Kjai Hadji Achmad Dahlan, maguru kepada Doktor E.F.E. Douwes Dekker jang
kemudian bernama Setiabudi. Maguru kepada Dokter Tjipto Mangunkusumo, maguru kepada Raden Mas Suwardi Surjaningat jang kemudian bernama Ki Hadjar Dewantara
maguru kepada Saudara Semaun, jang saja unduh dari Moskow, maguru pada ekaponen ekaponen lain. Oleh karena itulah saja dapat merasakan, saudara, bahwa bangsa
Indoneaia Insja Allah Subchanahu watta ‘ala, dapat mendjadi suatu bangia jang besar. Oleh karena sudah ternjata, bangsa Indonesia audah dapat melahirkan putera puteranja jang besar.

Bagi saja saudara-saudara, jang sekarang duduk dalam dunia alam politik, bagi naja terutama nekali saja melihat Ki Hadjar Dewantara bersama-sama Dr. BE, Douwes
Dekker Setiabudi, bersama dengan Dokter Tjipto Mangunkusumo, sebagai bapaknja politilk Nasionalisme Indonesia. Alangkah baiknja, djikalau pemuda-pemuda djaman sekarang, yjang diantara mereka itu ada jang mengedjek Ki Hadjar wantara, menginsjafi bahwa Ki Hadjar Dewantara adalah salah seorang bapak politik nasionalisme Indonesia.

Malahan saudara saudara, nama Ki Hadjar Dewantara didalam waktu jang achir-achir ini, hidup berkobar-kobar lagi didalam dada saja. Oleh karena saja diwaktu jang achir-achir
ini, sedang prihatin, merasakan perpetjahan-perpetjahan, pertikaian-pertikaian dikalangan bangsa Indonesia sendiri. Saja ingat, bahwa kira-kira 33 tahun jang lalu, Ki
Hadjar Dewantara, Dr. EF.E. Douwes Dekker, Dokter Tjipto Mangunkusumo, sebagai pemimpin pemimpin dari Indische Partj, telah memberi tjontoh kepada bangsa Indonesia, apa jang harus diperbuat oleh pemimpin-pemimpin partai politik djikalau ada kekatjauan didalam kalangan bangsa.

Pada waktu itu, Ki Hadjar Dewantara, Dokter Tijpto Mangunkusumo, Dr. EF.E., Douwes Dekker dan beberapa nasionalis-nasionalis lain, jang mendjadi pemimpin dari Indische Partij, oleh karena dilihat bangsa Indonesia terlalu terpetjah – belah oleh partai-partai politik, maka atas inisiatip Dr. E.F.E. Douwes Dekker, Tjipto Mangunkusumo, Ki Hadjar
Dewantara, dikuburkan Indische Partij, saudara-saudara.

Untuk memberi tjontoh kepada bangsa Indonesia, bahwa persatuan bangsa adalah harus diutamakan diatas segala hal. Maka oleh karena itu saudara-saudara, saja minta kepada  segenap rakjat Indonesia, supaja merenungkan hal ini.

Manakala kita semuanja beriang gembira, melihat bahwa Ki Hadjar Dewantara dimuliakan oleh Universitas Gadjah Mada, sebagai Doktor Honoris Causa dalam ilmu Kebudajaan.

Manakala kita beriang gembira, bahwa salah seorang putera Indonesia jang besar, mendapat kehormatan besar diatas persadanja ilmu pengetahuan dan ilmu kebuda jaan, marilah kita semuanja, memikirkan akan nasibnja bangsa Indonesia dikemudian hari, jang kemudian hari itu tergantung dari pada keadaan dihari sekarang.

Bersatulah rakjat Indonesia, sebagai jang selalu diandjurkan oleh Ki Hadjar Dewantara. Terima kasih

Leave a Reply