Penggugah, Penjala dan Guru Rasa Kebangsaan Jang Aktip.

6Pada upatjara penjambutan penerimaan gelar dolctor honoris causa Ki Hadjar Dewantara dari Universitas Gadjah mada jang diselenggarakan oleh Keluarga Taman Siswa dipendapa Taman Siswa, pada tanggal 19 Desember 1956,

Semaun, seorang djago tua perdjuangan kemerdekaan, menjatakan penghormatan dan penghargaannja kepada Ki Hadjar Dewantara, diantaranja mengemukakan:

,,Ki Hadjar Dewantara telah mendapat kehormatan besar dan berhubung dengan itu saja menjatakan gembira saja dan senang hati saja atas kedjadian jang sangat penting itu.

Saja ingat tahun tigabelas, 1918, waktu itu saja baru berumur 1415 tahun, telah membatja kabar mengenai pembuangan jang telah dilakukan oleh Pemerintah Belanda waktu itu terhadap Trio, antara mana Ki Hadjar Dewantara

Maka perasaan kebangsaan jang ada pada saja, sebagaidjuga jang ada pada anak jang lahir ditanah air ini, telah digugah oleh kedjadian itu. Selandjutnja dimurupkan sesudah membatja uraian-uraian jang tertulis oleh Ki Hadjar Dewantara itu. Dan itulah, Saudara saudara, diurupkan dan digugah, sehingga mendjadi suatu perasaan kebangsaan jang aktip Itulah jang telah mendjadi kekuatan gaja didalam penghidupan saja ini. Meskipun bagaimana, selamanja mentjari djalan untuk kepentingan bangss dan tanah air. Pada waktu permulaan sudah ment joba dengan mengetahui dan mempeladjari, serta mengorganisir propaganda Marxisme, akan tetapi djiwa nasionalisme aktip, jang telah digugah Ki Hadjar

Dewantara itulah jang telah mendjadi motor gaja saja waktu itu. Saudara-saudara, sampai dibuang, sampai berusaha sebisa-bisanja untuk bangsa dan tanah air diluar negeri, sampai saja ditarik oleh Bung Karno kesini, atas apa saja mengutjapkan banjak terima kasilh. Sampai saja kemarin pagi, di Jogja, sumpah akan terus mengabdi kepentingan rakjat dan tanah air.

Sampai saja kemarin membuka program baru atas pembukaan kodrat alam baru, dalam perkembangan perekonomian dunia Sampai pada mengadjukan suatu usul untuk kepentingan bangsa dan tanah air. Dihubungkan dengan kepentingan kesedjahteraan dan perdamaian dunia jang djuga telah dikabulkan oleh Presiden kita Bung Karno. Sampai pada waktu itu ingat, bahwa djiwa nasionalisme, djiws kebangsaan aktip, telah digugah oleh jang sekarang Doctor Ki Hadjar Dewantara.

Sekali lagi, Ki Hadjar Dewantara guru saja, guru rasa kebangsaan jang aktip, jang bergaja, saja utjapkan selamat atas gelaran jang telah diterimakan kepada beliau

Terima kasih”.

Demikian Semaun, seorang gembong pergerakan. menjatakan Ki Hadjar Dewantara adalah gurunja jang menggugah rasa kebangsaannja jang aktip.

 

Didigitalkan dari  Tauhid, Mochammad, PERJUANGAN dan ADJARAN HIDUP Ki Hadjar Dewantara, Majelis Luhur Tqaman Siswa Jogjakarta, 1963

Leave a Reply