PENGHARGAAN NEGARA DAN MASARAKAT ATAS DJASA PERDJUANGAN KI HADJAR DEWANTARA


Dari Pemerintah Republik Indonesia, berturut-turut dan terus-menerus Ki Hadjar Dewantara mendapat penghormatan dan penghargaan, sedjak saat achir hidupnja sampai sesudah wafatnja setjara anumerta, jang dapat ditjatat sebagai berikut
  1. Tanggal 8 Maret 1955, ditetapkan Pemerintah R. I.sebagai Perintis Kemerdekaan;
  2. Tanggal 19 Desember 1956, mendapat gelar doktor honoris causa dalam ilmu kebudajaan dari Universitas Negeri Gadjah Mada; atas pertimbangan karena amal dan djasa-djasanja jang sangat besar terhadap nusa dan bangsa Indonesia dalam lapangan kebudajaan;
  3. Tanggal 26 April 1959, pada waktu wafatnja diangkat sebagai ,,Perwira Tinggi” setjara posthuum (anumerta.), dengan pemakaman negara setjara militer
  4. Tanggal 28 Nopember 1959, diangkat oleh Presiden Republik Indonesia sebagai ,,Pahlawan Nasional”
  5. Tanggal 16 Desember 1959, oleh Pemerintah R. I. ditetapkan hari lahirnja 2 Mei sebagai ,,Hari Pendidikan Nasional”
  6. Tanggal 17 A gustus 1960, oleh Presiden Panglima Tertinggi tingkat I atas djasanja jang luar biasa pada nusa
  7. Tanggal 20 Mei 1961, dianugerahi bintang Satya Lantjana Angkatan Perang R.I. dianugerahi ,,Bintang Mahaputera dan bangsa; Kemerdekaan;
  8. Tanggal 27 Nopember 1961, oleh Presiden Republik Indonesia dianugerahi gedung pahlawan, bersama-sama denganpemberian kepada Dr. Ratulangi dan Samanhudi dan 9 orang pahlawan nasional lainnja.1
  9. Selain itu, oleh ,Persatuan Wartawan Indonesia” (P.W.I.) pada 28 April 1959,dua hari sesudah wafatnja, Ki Hadjar Dewantara diangkat setjara posthuum sebagai Ketua Kehormatan P.W.I. atas djasanja dikalangan djurnalistik

Tentu bukan dengan anugerah-anugerah itu sadja Ki Hadjar Dewantara mendapat kehormatan, tetapi lebih-leboh dengan diterimanya, diakui, dan diamalkannya adjaran hidupnya jang dituangkan dalam wadah Taman Siswa dengan azas dan sistemnya oleh anak tjutju turunannya dan oleh segenap bangsa Indonesia

1 Gedung pahlawan diserahkan kepada Nji Hadjar Dewantara oleh Wampa Muljadi atas nama Presiden R.I. pada 27-12-’62 di Jogjakarta.

Leave a Reply