Screenshot-55

PENJELASAN PANCASILA OLEH KI HADJAR

 

MUKADIMAH DAN BATANG TUBUH

Naskah Mukadimah dalam UUD 1945berdasar Proklamasi Kemerdekaan KHD 17 Agustus 1945 yang ditandatangani oleh Bung Karno dan Bung Hatta terdiri dari dua bagian, yaitu:

  1.  Dalam kata pembukaan UUD Republik Indonesia dijelaskan bahwa dalam UUD itu terkandung segala cita-cita perjuangan pergerakan nasional, mulai dari dulu hingga tercapainya kemerdekaan yang dengan ringkar digambarkan sbb.:
    1. Kemerdekaan adalah hak segala bangsa, penjajahan harus lenyap dari muka dunia ini.
    2. Negara Indonesia harus merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur
    3. Pemerintah negara harus:
      1. melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia
      2. memajukan kesejahteraan umum
      3. mencerdaskan kehidupan bangsa
      4. ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan dan perdamaian abadi serta keadilan sosial.
  2. Adapun dasar-dasarnya adalah:
    1. Ketuhanan yang Maha Esa
    2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
    3. Persatuan Indonesia (Kebangsaan)
    4. Kerakyatan dan
    5. Keadilan sosial

Panca Sila, tak kurang dan tak lebih, menunjukkan sifat keluhuran serta kehalusan budi bangsa kita, menggambarkan dengan singkat, namun jelas, apa yang hidup di dalam jiwa bangsa kita. Panca Sila menjelaskan serta menegaskan corak-warna rakyat kita sebagai bangsa : bangsa yang beradab, bangsa yang berkebudayaan, bangsa yang menginsyafi keluhuran dan kehalusan hidup manusia, serta sangghup menyesuaiakan hidup kebangsannya dengan dasar perikemanusiaan yang universalmeliputi seluruh alam kemanusiaan ciptaan Tuhan.

Pancasila lahir bersama-sama dengan lahirnya negara kita Republik Indonesia, bersama-sama dengan timbulnya bangsa kita yang merdeka dan berdaulat, bersama-sama dengan terciptanya Undang Undang dasar Negara kita. Panca Sila masuk ke UUD kita sebagai isi mukadimah, dengan begitu memasuki UUD, yaitu peraturan negara kita yang pokok, yang menjadi dasar segala usaha kita, baik dalam hubungan kebangsaan, maupun hubungan kenegaraan. Panca Sila sebagai isi dan inti, sebagai sari dan p;uncak UUD kita, harus kita taati, harus senantiasa menjadi pedoman kita, baik dalam segala langkah laku kita sebagai ralyat bersama, maupun dalam hidup kepribadian kita masing-masing.

Selanjutnya, Ki Hadjar menulis bahwa Panca Sila pada hakekatnya merupakan jiwa bangsa kita, sifat peribadi rakyat kita dalam lingkungan kenegaraan.

Penjelasan Ki Hadjar tersebut juga senada dengan penjelasan Soekarno dalam tulisan tangan, yaitu :

Pancasila Bung Karno

Menurut Ki Hadjar, Panca Sila sebesar-besarnya menghidupkan UUD kita, karena tanpa Pancasila itu, UUD kita hanya merupakah Peraturan Besar atau Statuten semata-mata, yang boleh jadi berisi peraturan-peraturan yang penting, boleh jadi pepak dan lengkap, namun tidak berjiwa, tidak hidup. Banyak contoh peraturan-peraturan statuen dan regelementen yang sungguhpun organisatorisch boleh disebut lenghkap, namun organisch tak berharga, karena tidak berjiwa tidak hidup, sebaliknya hanya berlaku secara mesin atau pesawat yang tak berpikir dan tak berperasaan. Peraturan yang sedemikian itu biasanya tak memberi semangat, sebaliknya seringkali menimbulkan akal muslihat dalam kalangan yang berkepentingan untuk menghindarkan diri dari lingkungan pengaruhnya.

Dari penjelasan Ki Hadjar dan kemudian penegasan Soekarno secara tertulis tersebut ada pendapat yang sama yaitu bahwa Pancasila adalah Jiwa Bangsa Indonesia.

 

________________________

Sumber : Ki Hadjar Dewantara, Panca Sila, NV Usaha Penerbitan Indonesia, Jogja 1950.

Leave a Reply